Gubernur Herman Deru Bakal Asuransikan Ribuan Perangkat Desa se-Sumsel

0
72

Gubernur Sumsel Herman Deru berencana mengcover seluruh perangkat desa di Sumsel ke dalam BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini diungkapkan saat menerima audiensi rombongan BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Senin (14/1) di Ruang Tamu Gubernur. Menurut Herman Deru dengan adanya jaminan kematian dan kecelakaan kerja dan hari tua bagi perangkat desa dari BPJS diharapkan pelayan masyarakat tersebut semakin meningkat kinerjanya. Setiap perangkat desa nantinya akan bekerjasama dengan dinas PMD.

” Kita hitung dulu, untuk perangkat desa dan kelurahan sekitar 3500 belum termasuk Badan Pemusyawaratan Desa dan Majelis Pertimbangan Desa. Kalau jumlahnya sudah tahu kita mau sesuaikan dengan postur APBD ke depan,” jelasnya. Menurut Herman Deru ia ingin lebih fokus memenuhi hak-hak pekerja sektor informal karena perhatian di sektor ini masih sangat minim. Padahal jika dilihal dari resiko kerjanya, pekerja informal justru cenderung memiliki resiko kerja yang sangat tinggi sehingga sangat membutuhkan jaminan seperti ini.


Tidak hanya di bidang sosial, sebelumnya Herman Deru juga telah memastikan memberi jaminan kesehatan bagi warga miskin di Sumsel untuk berobat gratis dengan BPJS Kesehatan. ” Untuk jaminan ketenagakerjaan ini Pemprov yang bakal memberikan subsidi, tentunya akan disesuaikan dengan APBD,” tambahnya. Pada kesempatan itu Herman Deru juga berpesan kepada jajaran BPJS Ketenagakerjaan agar bisa lebih tertib menegakkan aturan terutama pada pelaku usaha yang kerap membandel.

Sementara itu Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagsel Arif Budiman mengatakan, sangat senang bisa beraudiensi dengan nomor satu di Sumatera Selatan. Dengan bertemu langsung, Arif berharap Gubernur dapat membantu memperluas coverage BPJS Ketenagakerjaan di Sumatera Selatan. Sementara itu mengenai keinginan Gubernur Sumatera Selatan mendaftarkan seluruh Perangkat Desa ke BPJS Ketenagakerjaan menurutnya sangat sejalan dengan target mereka saat ini.

“Kalau di sektor formal coverage kita sudah baik. Sekarang fokus yang akan kami sasar memang ke informal seperti buruh harian lepas dan pekerja-pekerja perkebunan,” jelasnya. Jaminan ketenagakerjaan ini meliputi jaminan kecelakaan kerja dan kematian dan jaminan hari tua. Sejauh ini diakuinya sudah beberapa OPD yang sudah bekerjasama.


Sebenarnya lanjut Arif, premi untuk sektor ini hanya Rp16.800/bulan. Namun demikian masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat dan kegunaannya. Untuk itulah pihaknya terus menggencarkan sosialisasi ke berbagai sektor ini tak terkecuali ke pedagang-pedagang di Pasar 16. “Untuk 2018 target pekerja penerima upah sudah tercapai. saat ini kita ingin sasar ke pekerja yang bukan penerima upah,” tutupnya.