Untuk memperingati Hari Buruh Sedunia atau yang lebih popular dengan nama “May Day”, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) beserta Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) di Sumatera Selatan menggelar Dialog Interaktif pada hari Rabu, 29 April 2015 bertempat di Hotel Maxone, Jl. R Sukamto Palembang.

Peringatan Hari Buruh tahun 2015 mengambil tema “Bersatu dalam Harmoni untuk Kesejahteraan Bersama”, yang direalisasikan dengan dialog interaktif. Kegiatan ini dihadiri oleh unsure pemerintahan, perwakilan pekerja/buruh, dan pengusaha. Unsur pemerintahan diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan Hj Dewi Indriati, Ketua APINDO Sumatera Selatan Sumarjono Saragih, Sekretaris APINDO Sumatera Selatan Harry Hartanto, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sumatera Selatan (K-SPSI) M. Poris Nasution, Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI) Darius, dan Ketua K-SPSI Kota Palembang Abdullah Anang sebagai narasumber.

Diungkapkan Sumarjono Suragih, bahwa Dialog Interaktif ini berkonsep santai dimana kita semua dapat mendengarkan teman-teman pengusaha dan para pekerja untuk menyampaikan hal yang dirasakan perlu disampaikan ke publik. Ia juga mengatakan tantangan bagi dunia usaha khususnya di Sumatera Selatan perekonomiannya tergantung pada komoditi karet. Saat ini harga karet sedang mengalami penurunan, maka sektor kelapa sawit yang sedang naik daun dirasakan cukup membantu pulihnya perekonomian di Indonesia. Tantangan lain bagi dunia usaha adalah daya saing sumber daya manusia, dimana sektor tenaga kerja Indonesia berada di urutan ke 110 dari total 148 peringkat dunia. Hal ini tentu menjadi PR kita bersama.

Hj. Dewi Indriati selaku salah satu narasumber menjelaskan bahwa “May Day” merupakan suatu bentuk kepedulian pemerintah kepada pekerja atau buruh khususnya di Provinsi Sumatera Selatan. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Gubernur dan Surat Edaran yang menggaris bawahi hak-hak tenaga kerja yang mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan pekerja. Lebih lanjut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menegaskan bahwa pemerintah sangat responsif melakukan koordinasi dan komunikasi di setiap lapisan dunia usaha secara bersama-sama, agar terjadi hubungan industrial yang baik demi terwujudnya Sumatera Selatan Gemilang.

Sementara, Ketua K-SPSI Sumatera Selatan, M. Poris Nasution mengatakan bahwa pekerja pada prinsipnya menginginkan kesejahteraan dan kehidupan yang mencukupi. Apabila pekerja makmur maka negara pun akan makmur. Selain itu, Ketua K-SBSI Sumatera Selatan, Darius mengharapkan adanya keseimbangan antara reward dan punishment terhadap pekerja, dikarenakan banyak aturan yang belum memihak ke buruh.

Dilain pihak Abdullah Anang selaku Ketua K-SPSI Kota Palembang mengatakan Sumatera Selatan berada pada level aman – aman saja. Hanya bergejolak di akhir tahun yaitu pada saat penetapan Upah Minimum Provinsi. Dia juga mengemukakan pendapatnya mengenai upah agar penetapannya dikembalikan ke daerah kabupaten/kota masing-masing dikarenakan kebutuhan hidup yang berbeda.

Beberapa keluhan disampaikan para pekerja dalam dialog interaktif yang berlangsung kemarin. Salah satunya perwakilan pekerja yang mempertanyakan masalah upah minimum yang dirasakan tidak cocok lagi dengan kondisi liberal sekarang, dan peran APINDO terhadap dunia perekonomian di Indonesia. Pertanyaan lain yang juga disampaikan dalam dialog interaktif tersebut berkaitan dengan perusahaan yang diwajibkan melakukan pelatihan bagi pekerjanya guna meningkatkan kemampuan, juga mengenai sistem pembayaran upah yang tidak mempertimbangkan masa kerja.

Menanggapi hal tersebut, Ketua APINDO Sumatera Selatan mengatakan aspirasi pekerja akan ditampung dan beliau menegaskan pentingnya dialog ini untuk mendengarkan dan menyikapi permasalahan yang dihadapi pekerja dan pengusaha. Kedepan masukan masukan tersebut dapat langsung disampaikan ke pemerintah dan dituangkan menjadi kebijakan. Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan mengatakan bahwa dengan adanya pertemuan ini dapat terbangunnya jembatan komunikasi sehingga segala permasalahan dapat diselesaikan baik secara bipartit maupun tripartit.

Kalangan pekerja memperingati “May Day” ini dengan melakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat diantaranya bakti sosial dan donor darah bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang. Begitu pula di Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan, berbagai seminar dan kegiatan sosial dilakukan dalam rangka memeriahkan “May Day” yang kedua di Indonesia.