BIMBINGAN TEKNIS PENYUSUNAN STRUKTUR SKALA UPAH.

0
840

Jum’at, 04 Maret 2022 Pukul 16.30 Wib Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan H. Koimudin menghadiri sekaligus membuka Bimbingan Teknis Penyusunan Struktur dan Skala Upah Bagi Manager HRD di Perusahaan yang diselenggarakan oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia di The Alts Hotel.(04 – 03 – 2022)

Menurut Pasal 1 angka 3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 1 Tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah (Permenaker 1/2017), definisi Struktur dan Skala Upah adalah susunan tingkat upah dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi atau dari yang tertinggi sampai dengan yang terendah yang memuat kisaran nominal upah dari yang terkecil sampai dengan yang terbesar untuk setiap golongan jabatan.
Penjelasan pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan (PP 36/2021) yang merupakan aturan pelaksana dari Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU 11/2020), menyebutkan struktur dan skala upah dimaksudkan antara lain untuk:
1. Mewujudkan upah yang berkeadilan
2. Mendorong peningkatan produktivitas di perusahaan
3. Meningkatkan kesejahteraan pekerja
4. Menjamin kepastian upah, dan
5. Mengurangi kesenjangan antara upah terendah dan tertinggi

Kemnaker telah menjelaskan bahwa struktur dan skala upah ini digunakan untuk para pekerja atau buruh dengan masa kerja di atas 1 tahun. Jadi, sistem pengupahannya bukan upah minimum. Sebagai informasi, upah minimum hanya dikhususkan bagi para pekerja yang masa kerjanya di bawah 1 tahun.

Di samping itu, adanya struktur skala upah ini pun sebagai wujud perlindungan dan penghargaan dari tiap perusahaan kepada pekerja atau buruh. Terutama yang sudah bekerja lebih dari 1 tahun. Namun dalam penyusunan struktur dan skala upah, terdapat beberapa metode yang harus dilakukan oleh tiap perusahaan.

Lantas bagaimanakah penyusunannya?

Adapun cara penyusunan tersebut diberi nama Metode Ranking Sederhana.
Lebih lanjut, beginilah cara menyusun struktur dan skala upah yang bisa dilakukan tiap perusahaan.
1. Tentukan jabatan dan uraian tugas masing-masing jabatan
2. Buat daftar jabatan dan urutkan jabatan tersebut berdasarkan uraian tugas dari yang mudah hingga tersulit
3. Buat Tabel Struktur dan Skala Upah yang terdiri dari kolom jabatan, golongan jabatan, upah terkecil, dan upah terbesar
4. Tentukan upah terkecil untuk jabatan terendah
5. Tentukan upah terbesar untuk jabatan terendah
6. Tentukan upah terkecil dan upah terbesar untuk jabatan-jabatan selanjutnya dengan mengikuti langkah ke-4 dan ke-5
7. Masukkan upah terkecil dan upah terbesar masing-masing jabatan ke dalam tabel Struktur dan Skala Upah
8. Tentukan golongan jabatan untuk masing-masing jabatan
Dalam penyusunan tersebut ditemukan adanya upah terkecil dan terbesar. Dari kedua upah tersebut ternyata terdapat perbedaan.
Untuk upah terkecil, itu merupakan upah dengan nilai terendah yang umumnya dibayarkan dan mau diterima oleh pekerja atau buruh. Sedangkan upah terbesar, ini merupakan upah dengan nilai tertinggi yang umumnya dibayarkan dan mampu dibayarkan oleh Penguasa.
Di samping itu, ada pula golongan jabatan. Itu berarti untuk jabatan yang tugas dan tanggung jawabnya relatif sama, dapat digabung menjadi satu golongan jabatan.

Sumber : disadur dr bbrp media online