PEREKONOMIAN PROVINSI SUMATERA SELATAN MEI 2021

0
902
ilustrasi ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada tahun 2021 diperkirakan meningkat dibandingkan dengan tahun 2020. Membaiknya aktivitas perekonomian global yang didorong oleh implementasi vaksinasi Covid – 19 di banyak negara dan berlanjutnya kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif mendorong peningkatan kinerja dari sisi permintaan dan lapangan usaha yang diperkirakan terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok transportasi seiring dengan mulai pulihnya permintaan masyarakat yang ditandai dengan tingkat mobilitas yang berada pada tren meningkat.

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada triwulan I 2021 terkontaksi – 0,41% (yoy) membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi – 1,21% (yoy). Dari sisi pengeluaran, perbaikan pertumbuhan ekonomi ditopang oleh peningkatan net ekspor luar negeri dan akselerasi konsumsi pemerintah di tengah penurunan kelompok pengeluaran lainnya. Dari segi lapangan usahan (LU), perbaikan ekonomi didorong oleh meningkatnya kinerja LU utama Sumatera Selatan yaitu LU pertambangan dan penggalian , LU industri pengolahan, serta LU pertanian, kehutanan dan perikanan. Memasuki triwulan II 2021, perbaikan ekonomi Sumatera Selatan diperkirakan berlanjut seiring dengan mulai pulihnya aktivitas ekonomi dunia dan berkelanjutan proses vaksinasi domestik.

Stabilitas keuangan di Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan I 2021 membaik di tengah pademi COVID – 19 yang terus berlanjut. Pertumbuhan penyaluran kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan aset perbankan Provinsi Sumatera Selatan pada Triwulan I 2021 cenderung meningkat di tengah perlambatan pada konsumsi rumah tangga. Ketahan sektor rumah tangga dan sektor korporasi masih terjaga dengan non performing loan (NPL) yang berada dalam batas aman.

Kondisi ketenagakerjaan pada triwulan I 2021 menunjukan perbaikan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada bulan Februari 2021 meningkat menjadi 69, 95% dibandingkan bulan Februari 2020 yang mengindikasikan meningkatnya potensi perbaikan ekonomi. Sementara itu, setelah mengalami kenaikan pada Agustus 2020 karena pademi, Tingkat Pengangguran terbua (TPT) pada Februari 2021 kembali menurun namun belum ke level sebelum pademi Covid – 19. Terbatasnya perbaikan kondisi ketenagakerjaan bersumber dari masih belum membaiknya tingkat pengangguran di daerah perkotaan.

sumber berita : Bank Indonesia (5/8/2021)